Di Pusdikra.com, kami berkomitmen untuk menjadi mitra terpercaya dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, khususnya dalam bidang penerbitan dan layanan konsultasi pendidikan. Berbasis di Medan, kami terus berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada nilai-nilai karakter serta penguatan kapasitas lembaga pendidikan.

OLAHRAGA SEPAKBOLA (Teori & Praktek)



Judul

:

Olahraga Sepakbola (Teori & Praktek)

Penulis

:

Dr. Muhammad Ishak, S.Pd., M.Pd 
Argubi Silwan, M.Pd 
Haris kurniawan, M.Pd 

Halaman

:

iv - 132 hlm

ISBN

:


Harga

:

Rp. 62.000

Sinopsis

:

    Sepak bola adalah permainan tim yang melibatkan dua tim, masing-masing terdiri dari sebelas pemain, termasuk seorang penjaga gawang. Permainan ini umumnya dimainkan dengan kaki, kecuali untuk penjaga gawang yang boleh memakai tangan di area penalti. Tim yang mencetak gol terbanyak akan menang.

Sekitar abad ke-2 SM, permainan yang mirip sepak bola dikenal sebagai Episkuros atau Harpaston, dimainkan dengan tangan dan kaki. Bola yang digunakan terbuat dari rambut dan bulu hewan. Sepak bola telah ada sejak ribuan tahun lalu, dengan bukti adanya permainan serupa di Tiongkok saat dinasti Han, di mana tentara dilatih menggunakan "tsuchu" untuk menendang bola kulit ke jaring. Jepang memiliki permainan "tsu-chu" yang muncul 500 hingga 600 tahun kemudian. Di Yunani, olahraga pra-sepak bola disebut "episkyros" dan di Romawi "harpastum". Tujuan permainan adalah menggiring bola melewati garis lawan, tanpa aturan yang ketat mengenai jumlah pemain atau teknik bermain.

Banyak teori mengenai siapa yang pertama kali melaksanakan permainan sepak bola ini. Namun, yang jelas, Inggris lah yang mulai menyempurnakannya hingga menjadi seperti sekarang ini. Inisiatif ini dimulai pada tahun 1863, ketika sebelas asosiasi di London mengadakan pertemuan untuk mengatasi kekacauan dengan membuat serangkaian aturan dasar untuk mengatur pertandingan- pertandingan selanjutnya. Pada tanggal 26 Oktober, lahirlah Football Association yang pertama. Akibat pertemuan itu, kelompok Rugby keluar dari rapat karena menolak aturan yang melarang penginjakan, penendangan tulang kering, dan membuat bola.


0 Komentar