Di Pusdikra.com, kami berkomitmen untuk menjadi mitra terpercaya dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, khususnya dalam bidang penerbitan dan layanan konsultasi pendidikan. Berbasis di Medan, kami terus berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada nilai-nilai karakter serta penguatan kapasitas lembaga pendidikan.

Rekonstruksi Akuntansi Syariah: Kerangka Konseptual, Pengukuran, dan Pengungkapan Laporan Keuangan Lembaga Keuangan Islam | Rp. 55,000

       


Judul

:

Rekonstruksi Akuntansi Syariah: Kerangka Konseptual, Pengukuran, dan Pengungkapan Laporan Keuangan Lembaga Keuangan Islam

Penulis

:

Prof. Dr. Saparuddin Siregar, SE. Ak., SA., M.Ag., MA., CA., QGIA.,
Ferdi Dermawan Nasution, S.Akun
Ahmad Hazmi Erde, S.E.I
Nurhabibah, S.Akun
Kumala Hayat, S.Akun

Halaman

:

173

ISBN

:

---------------------

Harga

:

Rp. 55,00

Sinopsis

:

Pembahasan sepanjang buku ini menegaskan bahwa akuntansi syariah bukan sekadar adaptasi teknis dari akuntansi konvensional, melainkan sebuah disiplin yang lahir dari kerangka epistemologi Islam yang utuh. Dimulai dari kerangka konseptual transaksi syariah pada Bab I hingga pembahasan mendalam atas akad-akad utama murabahah, salam, istishna, mudharabah, musyarakah, dan ijarah terlihat jelas bahwa setiap prinsip pengakuan dan pengukuran dalam PSAK Syariah senantiasa berpijak pada nilai-nilai larangan riba, gharar, dan maysir, serta keharusan adanya underlying asset yang riil. Rekonstruksi terh-maysir, serta keharusan adanya underlying asset yang riil. Rekonstruksi terhadap kerangka ini menjadi penting karena standar akuntansi syariah terus berkembang mengikuti dinamika regulasi dan kebutuhan industri keuangan syariah yang semakin kompleks. Pada bagian lanjut, kajian atas zakat, infak, dan sedekah (PSAK 409), sukuk, wakaf (PSAK 412), hingga penurunan nilai (PSAK 413) memperluas cakupan akuntansi syariah dari sekadar transaksi komersial menuju dimensi sosial dan tata kelola yang lebih luas. Perbandingan konsisten yang dilakukan terhadap standar internasional seperti AAOIFI dan IFRS dalam setiap bab menunjukkan bahwa akuntansi syariah Indonesia tidak berkembang secara terisolasi, melainkan terus berdialog dengan praktik global sambil mempertahankan karakter keislamannya. Hal ini menegaskan posisi PSAK Syariah sebagai kerangka yang adaptif namun tetap berpegang teguh pada maqashid syariah sebagai tolok ukur keberhasilannya, bukan semata kepatuhan formal terhadap standar. Secara keseluruhan, buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan yang komprehensif bagi mahasiswa, akademisi, praktisi lembaga keuangan syariah, maupun regulator dalam memahami bagaimana akuntansi syariah terus bertransformasi menjawab tuntutan zaman. Rekonstruksi kerangka konseptual, pengukuran, dan pengungkapan yang dibahas bukanlah titik akhir, melainkan fondasi bagi kajian lanjutan mengingat dinamika regulasi, inovasi produk keuangan syariah, serta tuntutan keberlanjutan dan transparansi yang akan terus berkembang di masa mendatang.

Klik Link Berikut


0 Komentar